Media Pacitan

Museum Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak 350.000 Tahun Peradaban Manusia

patjitan.my.id – Terletak di Dusun Weru, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Museum Song Terus menjadi destinasi edukatif yang memperkenalkan pengunjung pada kehidupan manusia prasejarah di kawasan Gunung Sewu. Museum ini berada di kawasan Cagar Budaya Gunung Sewu dan berseberangan dengan Situs Song Terus, yang merupakan situs arkeologi penting di Indonesia.

Koleksi yang Menggambarkan Evolusi Budaya

Museum ini menyimpan lebih dari 4.600 artefak yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban manusia. Koleksi tersebut mencakup alat-alat batu, tulang hewan purba, replika kerangka manusia, serta fosil flora dan fauna yang ditemukan di kawasan Gunung Sewu. Selain itu, terdapat juga koleksi dari Museum Buwana Keling yang telah ditutup, seperti uang kepeng dan peralatan kayu.

Baca Juga  dr. Warkim Sutarto Berkunjung ke Museum & Galeri SBY ANI Pacitan

Arsitektur Modern yang Menyatu dengan Alam

Desain bangunan museum yang modern dirancang oleh PT. Urbane Indonesia, pemenang sayembara desain pada tahun 2015. Pembangunan museum dimulai pada tahun 2016 dan selesai pada akhir 2019, dengan penataan ruang pamer yang dilakukan selama tahun 2020. Bangunan museum menggunakan dinding gabion yang terbuat dari batuan lokal, menciptakan harmoni antara arsitektur dan lingkungan sekitar.

Fasilitas Pendukung untuk Pengalaman Edukatif

Untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, Museum ini terus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya adalah amphitheater berkapasitas 500-600 orang yang dapat digunakan untuk pertunjukan budaya dan kegiatan edukatif lainnya. Selain itu, direncanakan pembangunan ruang auditorium, artshop, dan pojok ruang anak untuk menambah kenyamanan dan interaktivitas pengunjung.

Baca Juga  Menikmati Banyak Keindahan Alam Yang Mempesona di Sungai Cokel Pacitan

Komitmen terhadap Pelestarian Budaya

Museum Song Terus dikelola oleh Indonesian Heritage Agency di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Museum ini berkomitmen menjadi pusat edukasi prasejarah serta melestarikan situs Gua Song Terus untuk pendidikan dan penelitian. Peresmian dilakukan pada 16 Mei 2024 oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, bertepatan dengan peluncuran Indonesian Heritage Agency.

Dengan mengunjungi Museum Song Terus, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang sejarah dan budaya prasejarah Indonesia. Mereka juga merasakan pengalaman mendalam melalui fasilitas modern dan interaktif yang disediakan.

Scroll to Top