Media Pacitan

Bupati Pacitan Ajak Hidupkan Lagi Tren Batu Akik, Ini Koleksi Pribadinya

Batu Akik Pacitan

patjitan.my.id –  Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan tren batu akik yang pernah booming beberapa tahun lalu. Ajakan ini ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @inb_indratanurbayuaji, usai membuka kontes batu akik “Reborn Piala Bupati” dalam rangka Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-277. Acara tersebut digelar di Hotel Srikandi Pacitan.

“Akik Pacitan Reborn! Sebenarnya akik itu tidak pernah ingkar, akik akan selalu setia. Hanya terkadang kita sendirilah yang ingkar,” tulis Bupati dalam unggahannya.

Batu Akik Pacitan Masih Bersinar

Bupati Indrata menegaskan bahwa meskipun popularitas batu akik sempat meredup, bukan berarti pamornya hilang. Justru, menurutnya, saat ini yang bertahan adalah para pecinta sejati batu akik.

Baca Juga  WhatsApp Siapkan Fitur Motion Photo, Kirim Gambar Jadi Lebih Hidup

“Tren boleh berubah, tetapi batu akik tetap memiliki pesonanya. Ayo, kita semangat kembali untuk membangkitkan kejayaan Batu Akik Pacitan!” ujar mantan Ketua DPRD Pacitan ini.

Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah penghasil batu akik berkualitas tinggi. Oleh karena itu, ia berharap batu akik bisa kembali menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat.

Koleksi Batu Akik Bupati

Dalam unggahannya, Bupati Indrata juga membagikan koleksi pribadi batu akik miliknya. Koleksi tersebut hadir dalam berbagai warna menarik, seperti merah, hijau, biru muda, hingga hitam. Tak hanya dalam bentuk cincin, koleksi miliknya juga mencakup batu akik dalam bentuk batu mulia yang belum diolah.

Baca Juga  Menjelajahi Pesona Goa di Pacitan, Kota 1001 Goa

Kontes Batu Akik Reborn Tarik Peserta dari Berbagai Daerah

Sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali tren ini, Pacitan menggelar kontes “Akik Reborn” yang berlangsung selama tiga hari di Hallroom Hotel Srikandi. Acara ini tidak hanya menarik peserta dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah, seperti Jakarta hingga Bali.

Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap batu akik, diharapkan tren ini bisa kembali populer dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Jadi, apakah batu akik akan kembali menjadi primadona? Kita tunggu saja perkembangannya. (*)

 

Scroll to Top